Translate here!

Tampilkan postingan dengan label About Marketing And Management. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About Marketing And Management. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Mei 2013

Banyak Orang Tergantung pada Telepon Seluler


Kita semua tahu bahwa smartphone semakin merajai pasar gadget di seluruh dunia. Tren ini pun turut mendongkrak suburnya pengembangan aplikasi mobile dan juga iklan mobile. Pusat Riset Pew Internet & American Life Project melakukan survei tentang bagaimana orang-orang Amerika berinteraksi dengan ponselnya dalam kehidupan sehari-hari.

Pew Internet & American Life Project menyatakan bahwa hampir 83% dari populasi Amerika Serikat memiliki ponsel, dan 35% dari mereka adalah pengguna ponsel pintar. Walaupun memiliki fitur yang canggih, banyak orang masih menggunakan ponsel pintar hanya untuk mengirim pesan teks dan mengambil foto.

Studi ini menunjukkan bagaimana penggunaan ponsel, khususnya ponsel pintar, bisa mengubah perilaku orang-orang berinteraksi dengan lingkungan di sekitar mereka. Coba lihat kilas balik 5–10 tahun ke belakang, bagaimana Anda berinteraksi dengan media-media yang ada. Kini penyebaran informasi, pengetahuan, serta perilaku manusia berubah karena hadirnya ponsel pintar di saku kita.

Bisnis dan Ekonomi Masih Bergairah di Tanah Air




Di tahun 2013 ini, kondisi ekonomi Indonesia secara keseluruhan masih dikatakan cukup baik. Gairah berbelanja konsumen Indonesia dinilai tetap optimistis dan tetap tinggi.

Di balik semua kesulitan ekonomi, tingkat kemiskinan, dan lain-lain, ternyata peluang penyedia jasa keuangan malah bertambah besar untuk memenuhi kebutuhan akan solusi pengelolaan kekayaan. Keadaan ekonomi memang masih menjadi kekhawatiran utama masyarakat Indonesia, namun dengan pandangan yang lebih positif.

Secara keseluruhan, optimisme memang menurun di 8 dari 14 negara Asia Pasifik pada kuartal IV jika dibandingkan kuartal III 2012, dengan penurunan 4 poin di Hong Kong dan Taiwan. Namun demikian, Asia Pasifik mencatat skor kepercayaan konsumen tertinggi.

Rabu, 06 Maret 2013

Bauran Pemasaran (Marketing mix)

Pemasaran (bahasa Inggris: marketing) adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.

Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa.

Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju.

Sabtu, 02 Maret 2013

Pemasar Harus Punya Market Vision


Banyak merek gagal meraih pasar lantaran kesalahan produknya. Karena konsumen tidak melihat benefitnya penting.

Sehebat apa pun sebuah promosi, jika produknya tidak mampu memberikan benefit kepada konsumen, jangan harap bisa langgeng. Mau contoh? Lihat saja Tara Nasiku. Ketika diluncurkan, merek ini langsung menempati benak konsumen. Maklum saja, Unilever, pemilik brand Tara Nasiku langsung membombardir konsumen dengan iklan yang sangat deras di berbagai media. Sempat juga konsumen tergerak untuk mengkonsumsi produk ini. Tapi sayangnya tidak repeat. Merek ini pun hanya bisa hidup seumur jagung.


Sebenarnya, dilihat dari sisi pemasaran, produk yang dikeluarkan perusahan consumer goods terbesar di Indonesia itu punya keunikan. Produk ini muncul dengan kategori baru di tengah-tengah membludaknya produk makanan yang ada di pasar. Makanya, merek ini langsung dikenal oleh konsumen. Tapi, sayang, Tara Nasiku tidak disukai konsumen. Mau tidak mau, produk ini harus dinyatakan gagal.

Jumat, 30 Juli 2010

Manajemen


Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

Etimologi

Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti "mengendalikan," terutamanya "mengendalikan kuda" yang berasal dari bahasa latin manus yang berati "tangan". Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti "kepemilikan kuda" (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.